DOKTERSAHABATKITA

Memberikan Informasi Kesehatan Terkini dan memberikan Kiat dan Inspirasi Hidup Sehat

KIAT UTAMA TATALAKSANA ASMA ANAK

Asma merupakan penyakit kronik (menahun) pada anak yang paling sering dijumpai. Berbeda dengan asma pada orang dewasa yang gejalanya sesak disertai bunyi ngik-ngik, pada anak seringkali gejalanya berupa batuk yang ‘bandel’. Dasar penyakit ini adalah faktor alergi yang bergejala di saluran nafas.
Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dalam arti dihilangkan sama sekali dari seorang pasien, namun penyakit ini dapat dikendalikan. Jika terkendali, gejalanya tidak ada, sehingga praktis ‘sembuh’. Dalam mengendalikan asma, kiat utamanya adalah penghindaran, penghindaran, dan sekali lagi penghindaran faktor pencetus. Faktor pencetus adalah hal/ keadaan yang bisa menyebabkan gejala asma yang tadinya tidak ada menjadi timbul, atau yang gejala awalnya ringan menjadi lebih berat.

Hal ini seringkali tidak dipahami oleh pasien / keluarganya. banyak orang mengira dengan pemberian obat, asma dapat disembuhkan bahkan dihilangkan sama sekali. Keadaan ini yang sering membuat orang tua pasien menjadi frustasi, karena umumnya mereka sudah berkeliling ke banyak dokter, diberi berbagai macam obat, tapi batuk sebagai gejala asma tidak kunjung reda / hilang. Ataupun jika membaik sebentar kemudian gejalanya timbul lagi.

Bila digali sedikit lebih dalam, biasanya peran faktor pencetus ini belum mendapat perhatian, dan tentunya belum dihindari. Padahal penghindaran faktor pencetus ini merupakan kiat utama dalam tatalaksana asma. Pada kebanyakan kasus,dengan penghindaran yang adekuat, asmanya dapat dikendalikan, bahkan tanpa obat asma. Bila sesekali timbul gejala asma karena faktor pencetus yang tidak terhindarkan, baru diperlukan pemberian obat asma.

Faktor pencetus ini biasanya merupakan hal-hal yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seorang anak. Faktor pencetus ini dapat dibagi menurut beberapa pengelompokkan, namun secara praktis dapat dibagi tiga, yaitu : Lingkungan, Makanan, Lain-lain

Faktor pencetus di lingkungan ini biasanya berbentuk zat yang dapat terhirup melalui saluran respiratorik / napas (aeroinhalan). Ini bisa dijumpai di dalam rumah (indoor), di lingkungan sekitar rumah, di lingkugan sekolah, maupun di lingkungan luar (outdoor pollution). Faktor pencetus ini antara lain :
Debu rumah dan tungau debu rumah, Ini banyak terdapat dalam perabot rumah yang potensial menyimpan debu,apalagi bila jarang dibersihkan,misalnya ; Karpet bulu,boneka bulu,s0fa kain bulu, gorden yang lama tidak dicuci, koran & majalah bekas, buku-buku tua, kapuk : kasur, bantal, guling, boneka.

Asap, merupakam salah satu pencetus utama yang sering dijumpai.Dari Rokok : termasuk merokok di halaman, teras, garasi, KM/WC, terlebih dalam rumah, obat nyamuk (bakar, semprot, elektrik), dari dapur : kayu bakar, minyak tanah, gas, dari Kosmetik : hairspray, parfum, deodoran, dari bakaran sampah, bakaran hutan, polusi pabrik, polusi kendaraan
Renovasi rumah : debu bangunan, bahan kimia, debu semen.
Rontokan binatang (animal dander) : rontokan bulu, serpihan kulit, air liur, dan kotoran binatang; Ayam, burung, Anjing, kucing,kelinci, hamster.
Jamur bisa tumbuh subur di lingkungan kamar kita, misalnya; Dalam AC yang jarang di service, Dinding kamar yang lembab, Rumah yang lama tidak ditinggali.

Orang tua pasien sering kali melaporkan eratnya kaitan makanan tertentu dengan timbul atau memburuknya gejala asma pada anaknya. Selain zat makanannya itu sendiri bisa menjadi pencetus, shuhu dingin dari makanan / minumannya juga dapat menjadi pencetus. Misalnya air putih tidak dingin tidak menjadi faktor pencetus, tapi air putih dingin dapat menjadi pencetus.
Es, makanan-minuman dingin, termasuk air dingin, buah dingin.

Permen, dengan segala variasinya
Coklat, dalam segala macam bentuknya: susu coklat, kue coklat, wafer, misis, selai, dan semua makanan / minuman yang mengandung coklat.
Vetsin, semua makanan bervetsin: snack gurih, fried chicken, nugget, dan lain-lain
Gorengan
Kacang tanah, dalam segala macam bantuknya: selai, biskuit, somay, sate, pecal, gado-gado, ketorprak
Buah tertentu, anggur, tomat, klengkeng, rambutan
Zat pewarna, zat pengawet, makanan anak-anak seringkali dalam warna warni mencolok untuk menarik perhatian, seringkali pewarna atau pengawet dalam makanan menajdi faktor pencetus.
Faktor pencetus lain-lain adalah yang di luar dua kelompok sebelumnya ;

Infeksi respiratorik akut (IRA), yang sering disebut flu, comon cold. IRA sebagian besar disebabkan oleh virus, sehingga sebagian besar IRA tidak memerlukan antibiotik. IRA sendiri dapat bermanifestasi batuk &/ pilek, sebagaimana asma (batuk alergi) dan rintis alergika (pilek alergi). Namun karena infeksi virus bersifat ‘self limiting’, biasanya paling lama 1 minggu batuk-pilek karena IRA akan menghilang. Jika lewat seminggu, apalgi jika lebih dari 2 minggu batuk / pileknya masih berlangsung, sangat mungkin asma / rintis alergikanya sudah tercetus oleh IRA.

Aktivitas fisis (exercise), termasuk di dalamnya berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan
Kelelahan / stress, baik jasmani (fisis) maupun rohani (psikis), emosi berlebihan
Perubahan musim / cuaca : kemarau penghujan, panas dingin, termsuk suhu AC yang terlalu dingin.
Faktor pencetus ini bersifat individual, dalam arti belum tentu sama untuk tiap pasien oleh karena itu pasien / orang tuanya, perlu mengidentifikasi apa saja yang berperan sebagai faktor pencetus. Yang perlu mendapat perhatian juga, biasanya faktor pencetus ini tidak berperan tunggal, namun kombinasi dair berbagai faktor pencetus, sehingga bersifat kumulatif.

Sebagaimana halnya keadaan tubuh kita mengalami fluktuasi irama (bioritimik), sifat alergi seseorang juga mengalmai irama naik turun. Jika sifat alerginya sedang ‘tenang’, pasien tidak terlalu sensitif, dan sampai batas tertentu masih dapat mentoleransi faktor pencetus. Tapi jika sedang ‘kumat’, dengan pencetus tunggal yang sederhana saja dapat timbul gejala penyakitnya.

Jadi sekali lagi kiat utama tatalaksana asma anak adalah penghindaran, bukan obat saja. Penghindaran pencetus ini memang mudah untuk dikatakan, tapi sangat sulit pelaksanaannya. Namun dalam penanggulangan asma anak hal ini tidak dapat ditawar-tawar. Seberapa banyak atau betapa pun canggihnya obat asma, jika penghindaran faktor pencetus ini tidak dilaksanakan, dapat dijamin asmanya tidak akan terkendali (batuk tetap ada).

PANAS SERING TIMBUL SORE HARI...HATI-HATI ANDA TERSERANG PENYAKIT TIFUS...!

Bila anda mengalami demam lebih dari satu minggu,menonjol pada sore hari..hati-hati,mungkin anda terserang penyakit Tifus.. Keluhan pada minggu pertama diawali dengan sakit kepala yang sifatnya umum dan berat. Kemudian diikuti dengan demam yang menonjol pada sore hari dan semakin hari suhu semakin tinggi.
Demam dapat disertai dengan menggigil.Keluhan lain seperti abdominal discomfort, anorexia, mual, muntah, konstipasi/diare, malaise, nyeri seluruh tubuh, nyeri tenggorok, batuk-batuk dan kadang-kadang epistaksis (mimisan)..
Pada minggu kedua, mengalami demam sepanjang hari, perut terasa tegang dan adanya gangguan kesadaran. Minggu ketiga, demam mulai turun dan bisa disertai dengan perdarahan saluran cerna, nyeri perut akbat dari perforasi (pecah usus).
Penyakit tifus/tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh basil genus Salmonella typhosa terutama mengenai jaringan limfatik (plaque peyeri). Masa inkubasi 10-14 hari.
Penyakit ini sering menyerang anak-anak : umur 12-30 tahun (70-80%), umur 30-40 tahun (10-20%), >40 tahun (5-10%). Kejadian wanita sama dengan laki-laki. Penyakit ini terutama menyerang daerah endemik dan daerah-daerah yang water supllynya jelek.
Tanda-tanda penyakit ini, keadaan umumnya bisa sedang sampai buruk, kesadaran bisa komposmentis, apati sampai stupor, suhu berkisar antara 39-40Celcius, pada mulut : bibir kering dan pecah-pecah, lidah kotor, pinggir kemerahan dan tremor jika dikeluarkan.
Pemeriksakan penunjang untuk penyakit ini dengan Widal. Prognosa penyakit ini tergantung : umur, keadaan umum, adekuatnya terapi, dan ada tidaknua komplikasi. Angka kematian : dengan perawatan 2% dan tanpa perawatan 30%.

Komplikasi : perdarahan saluran cerna, perforasi, relaps (15%), komplikasi bisa diluar usus, seperti : bronchopneumonia,GNA,meningitis, osteomyelitis, hepatitis, cholecistitis, uretritis, spondilitis, artritis, dll.
Pencegahan, terhadap lingkungan : tersedianya air yang memenuhi syarat,pembuangan kotoran yang higienis, pemberantasan lalat, pengawasan terhadap rumah makan. Terhadap manusia : pendidikan kesehatan masyarakat, mengobati penderita sam[p[ai sembuh, menemukan dan mengawasi karier (pembawa kuman).

KIAT MENGENDALIKAN PENYAKIT ASMA PADA ANAK

Asma merupakan penyebab utama penyakit kronis pada anak-anak dan juga merupakan penyebab utama kedatangan anak-anak balita ke UGD (Unit Gawat Darurat). Gejala-gejala Asma membuat anak-anak tidak masuk sekolah dan orangtua tidak bisa bekerja untuk menjaga anak-anak mereka. Asma bisa mengganggu kehidupan seorang anak, baik dalam hal pelajaran sekolah maupun kehidupan sosial, yang menyebabkan anak-anak tidak bisa menikmati sekolah dan tidak bisa bermain.
Anak-anak yang menderita asma sering merasa tidak bisa melakukan semua hal yang ingin mereka lakukan. Olah raga, aktivitas diluar rumah, pelajaran menari. Bermain alat musik tertentu, serta sekadar aktif dan bersenang-senang perlu dilakukan secara hati-hati. Anak-anak,seperti orang tua mereka, khawatir bahwa aktivitas yang terlalu banyak bisa menimbulkan serangan asma.
Sementara itu, sebagai orangtua, anda merasa cemas dan kewalahan, selalu khawatir bahwa serangan asma bisa terjadi setiap saat. Dalam kehidupan keluarga yang memang sudah banyak masalah , asma akan menimbulkan stress, keletihan, rasa bersalah, konflik perkawinan dan saudara kandung, serta kecemasan bahwa anak anda mungkin saja akan terbangun ditengah malam, ketakutan dan berjuang mendapatkan udara.
Ada masalah lain yang membuat kondisi ini semakin berat, yaitu, walaupun anda dan jutaan orangtua sudah membawa anak ke dokter, menjalani rencana pengobatan, dan mengurus obat-obatan yang diresepkan dokter, napasnya masih saja sesak dan berbunyi..,ia masih batuk..,dan mengalami serangan yang akan membawanya ke UGD, mengganggu kehidupan keluarga. Anda tidak sendirian. Jutaan orangtua dan anak menjalani kehidupan yang dipenuhi masalah asma yang sulit diduga.
SERING SALAH DIAGNOSA
Sebagai penyakit multifactor dan rumit, belum terdiagnosis secara memadai, sering dokter salah diagnosa, kurang mendapat penanganan yang memadai dan sering dengan pengobatan yang kurang tepat, terlalu banyak pengobatan atau tidak cukup untuk mengendalikan gajala dan membatasi kerusakan permanen pada saluran udara dan memburuknya gejala. Karena gejala batuk yang lama asma sering didiagnosa pneumonia, bronchitis chronic dan TBC paru-paru.
Asma tidak mengenal ras, etnik, atau jenis kelamin. Bisa dikota dan pinggiran, masyarakat kelas atas, menegah dan bawah. Di AS. Kejadian pada anak-anak Afrika 26% lebih tinggi daripada anak-anak kulit putih dimana hal-hal ynag mendasari perbedaan ini sangat kopleks.
Asma adalah penyakit dengan beribu wajah yang menghambat saluran udara dapa paru-paru dan juga menimbulkan peradangan saluran udara.
Kombinasi penyumbatan dan peradangan saluran udara ini akan menimbulkan batuk, napas berbunyi, penyempitan dada, dan sesak napas yang merupakan penanda asma, dan jika tidak diobati bisa mengarah kerusaknya saluran udara secara permanent.
KAPAN CURIGA ASMA ?
• BATUK YANG ‘BANDEL’, berlangsung lama lebih dari 2 minggu, susah sembuhnya, timbul berulang, hilang timbul dalam jangka pendek, sudah keliling kebanyak dokter tapi batuk tetap bandel, baik sebentar,timbul lagi...
CIRI-CIRI BATUK ASMA : malam/dinihari lebih berat, mengganggu tidur, kadang sampai muntah, ada riwayat alergi baik dari pasien dan atau keluarga, ada factor pencetus (baca kiat tata laksana asma), sesudah aktivitas, gejala bisa membaik dengan atau tanpa obat.
ASMA BERKAITAN ERAT DENGAN ALERGI
Asma itu kronis dan rumit serta petunjuk gejala asma bisa sangat samar, meniru penyakit dan kondisi lain. Asma bukan penyakit yang mudah ditangani. Perhatian harus diberikan pada ‘pemicu’ asma dari mulai bulu kucing hingga makanan tertentu yang bisa menimbulkan gejala atau serangan.
 Asma berkaitan sangat erat dengan alergi. Bayi yang didignosis menderita eksim dan alergi lainnya berisiko sering untuk menderita asma. Tes alergi bisa sangat berguna pada anak-anak dan bisa mengidentifikasi alergi lingkungan (didalam/diluar rumah) atau makanan. Tidak semua anak yang menderita alergi akan mengidap asma, namun ini merupakan factor resiko primer untuk penyakit asma pada anak.
Alergi dan asma merupakan pasangan penyakit kronis pada anak-anak dibawah usia 18 tahun yang paling sering dilaporkan. “Study telah menunjukkan bahwa 90% anak dan 70% remaja yang mengidap asma juga menderita alergi”.
KIAT PENGOBATAN ASMA
Kiat pengobatan asma adalah menghindar dari factor pencetusnya (baca kiat tatalaksana asma). “Therapi alerginya…..maka gejala-gejala asma biasanya membaik secara dramatias….Pemberian Bronchodilator (obat untuk melonggarkan sumbatan jalan napas) melalui inhaler atau nebulizer tidak melakukan apapun untuk mengobati peradangan saluran udara, bila dikombinasikan dengan obat-obatan anti radang, bisa mencegah atau memperbaiki kerusakan paru-paru yang permanent.
BENTUK OBAT ASMA : Obat minum; puyer,sirup,tablet,kapsul
Obat inhalasi (hirupan) ;Nebulizer(obat cair diuapkan), MDI(semrotan dihirup), DPI (bubuk kering).
BAGAIMANA MENGUKUR KEMAJUAN PENGOBATAN ASMA?
Apa yang berhak anda dan anak anda harapkan dari pengobatan asma? Inilah ukuran yang harus kita gunakan untuk menilai kemajuan . Jika anak anda tidak menikmati kehidupan bebas gejala dalam empat minggu setalah masa diagnosis asma pertama yang diterimanya, berarti anda berurusan dengan situasi dimana dibutuhkan penangan asma yang lebih baik. Itu tidak berarti bahwa anda harus mengganti dokter.
 Namun, itu berarti bahwa anda harus bekerja secara aktif dengan dokter anda untuk mempercepat penaganan gejala.
Sementara setiap anak dan setiap situasi berbeda-beda, kita harus mengukur kemajuan pengobatan dengan beberapa indicator :
• Menyingkirkan gejala-gejala asma yang parah sepanjang hari dan malam dalam tiga sampai empat minggu setelah dimulainya pengobatan.
• Gejala-gejala ringan(batuk yang jarang dan napas bebunyi yang jarang)yang tidak lebih dari dua hari perminggu.
• Tidak ada kunjungan kebagian gawat darurat atau rawat inap.
• Sedikit,jika ada,efek samping obat.
• Terus mengurangi jumlah obat yang diperluka untuk menjaga terkendalinya gejala.
• Tidak ada batasan aktivitas,termasuk olahraga.
• Tidak ada hari-hari yang sekolah terlewatkan karena gejala-gejala asma.
• Pengetahuan dan panduan untuk menangani penyakit anak dalam tahapan yang disesuiakan dengan usia.

Jika tujuan-tujuan tersebut belum tercapai dalam waktu kira-kira satu bulan, berarti penanganannya kurang memadai dan harus dikonsultasikan ladi dengan dokter anda.

JUVENILE DIABETES MELITUS

Penyakit ini terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pancreas. Nama lain penyakit ini adalah Childhood-Onset Diabetes, Insulin-Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM), dan menurut WHO tergolong pada Diabetes Mellitus tipe 1.
Penyakit ini  dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa, Kebanyakan penderita Juvenile Diabetes Melitus memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai diderita. Selain itu, pada tahap awal sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya.masih normal.
Gejala yang yang dirasakan adalah seringnya merasa lapar dan haus terus menerus. Karena minum banyak, otomatis kencing juga banyak. Akan terjadi penurunan berat badan meskipun makannya banyak. Merasa selalu lelah dan lemas tak berenersi. Gejala yang lain, mata kabur dan nyeri hebat di daerah lambung.
Gejala permulaan ini kadangkala sukar ditemui pada penderita, terutama jika mereka masih dalam usia muda (anak-anak). Karena penderitanya biasanya anak-anak dan remaja, mereka terdiagnosa diabetes mellitus tipe ini karena dibawa ke dokter akibat menderita dehidrasi berat, ketoasidosis diabetik (adanya keton, suatu zat racun yang membuat darah menjadi asam) atau karena koma diabetikum.
Sampai saat ini Juvenile Diabetes Melitus tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga.
Juvenile Diabetes Melitus hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui "inhaled powder".
Pengobatan penyakit ini harus dilakukan seumur hidup, Pengobatan tidak akan memengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan.

DEMAM DENGUE, DEMAM BERDARAH DENGUE & DBD DENGAN SYOK

Demam dengue (dengue fever, selanjutnya disingkat DD) adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak dan remaja atau orang dewasa dengan tanda-tanda klinis berupa demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, dengan/tanpa ruam, dan limfadenopati, demam bifasik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakan bola mata, gangguan rasa mengecap, trombositopenia ringan, dan petekie
Demam berdarah dengue (atau Dengue Haemorrhagic Fever, selanjutnya disingkat DBD) ialah penyakit yang terdapat pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama. Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome, selanjutnya disingkat DSS) ia1ah penyakit DBD yang disertai renjatan.
 
 Patogenesis(perjalanan penyakit)
 Virus dengue dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictlls
sebagai vektor ke tubuh manusia me1alui gigitan nyamuk tersebut. Infeksi yang pertama ka1i dapat memberi geja1a sebagai DD.

Apabi1a orang itu mendapat infeksi beru1ang oleh tipe virus dengue yang berlainan akan menimbulkan reaksi yang berbeda. DBD dapat terjadi bi1a seseorang yang te1ah terinfeksi dengue pertama ka1i, mendapat infeksi beru1ang virus dengue lainnya. Virus akan bereplikasi di nodus limfatikus regional dan menyebar ke jaringan lain, terutarna ke sistem retikuloendotelial dan kulit secara bronkogen maupun hematogen.

Tubuh akan membentuk kompleks virus-antibodi dalam sirku1asi darah sehingga akan mengaktivasi sistem komplemen yang berakibat dilepaskannya anafilatoksin C3a dan Csa sehingga permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat. Akan teljadi juga agregasi trombosit yang melepaskan ADP, trombosit me1epaskan vasoaktif yang bersifat meningkatkan permeabiJitas kapiler dan melepaskan trombosit faktor 3 yang merangsang koagulasi intravaskular. Teljadinya aktivasi faktor Hageman (faktor XII) akan menyebabkan pembeku intravasku1ar yang me1uas dan meningkatkan permeabi1itas dinding pembu1uh darah.
 

Manifestasi Klinis
 
Gambaran klinis amat bervariasi, dari yang ringan, sedang seperti DD, sampai ke DBD dengan manifestasi demam akut, perdarahan, serta kecenderungan terjadi renjatan yang dapat berakibat fatal.
 
Masa inkubasi dengue antara 3-1S hari, rata-rata S-8 hari.

Pada DD terdapat peningkatan suhu secara tiba-tiba, disertai sakit kepa1a, nyeri yan hebat pada otot dan tu1ang, mua1, kadang muntah, dan batuk ringan. Sakit kepa1a dapat menye1uruh atau berpusat pada supraorbital dan retroorbital. Nyeri bagian otot terutama dirasakan bi1a tendon dan otot perut ditekan. Pada mata da ditemukan pembengkakan, injeksi konjungtiva, 1akrimasi, dan fotofobia.

Otot-otot sekitar mata terasa pegal. Eksantem dapat muncul pada awal demam yang terlihat jelas di muka dada, berlangsung beberapa jam la1u akan muncu1 kembali pada hari ke-3-6 berupa petekie di lengan dan kaki lalu ke seluruh tubuh. Pada saat suhu turun ke normal, berkurang dan cepat menghilang, bekas-bekasnya kadang terasa gatal. Pada sebagian pasien dapat ditemukan kurva suhu yang bifasik.
 
Dalam pemeriksaan fisik pasien DD hampir tidak ditemukan kelainan. Nadi pasien mula-mula cepat kemudian menjadi normal atau lebih lambat pada hari ke-4 dan ke-5. Bradikardi dapat menetap beberapa hari dalam masa penyembuhan. Dapat ditemukan lidah kotor dan kesulitan buang air besar.
 
Pada pasien DBD dapat terjadi gejala perdarahan pada hari ke-3 atau ke-Sú berupa petekie, purpura, ekimosis, hematemesis, melena, dan epistaksis. Hati umumnya membesar dan terdapat nyeri tekan yang tidak sesuai dengan beratnya penyakit.
 
Pada pasien DSS, geja1a renjatan ditandai dengan kulit yang terasa lembab dan dingin, sianosis perifer (kebiruan) yang terutama tampak pada ujung hidung, jari-jari tangan dan kaki, serta dijumpai penurunan tekanan darah. Renjatan (syok)biasanya terjadi pada waktu demam atau saat demam turun antara hari ke-3 dan hari ke-7 penyakit.
 
 Diagnosis
Kriteria klinis Demam Dengue, adalah:
~Suhu badan yang tiba-tiba meninggi
~Demam yang berlangsung hanya beberapa hari
~Kurva demam yang menyerupai pel ana kuda
~Nyeri tekan terutama di otot-otot dan persendian
~Adanya ruam-ruam (bintik-bintik kemerahan) pada kulit
~Leukopenia.

Kriteria kJinis DBD menurut WHO 1986, adalah:
~Demam akut, yang tetap tinggi selama 2-7 hari, kemudian turun secara lisis. Demam disertai gejala tidak spesifik, seperti anoreksia, malaise, nyeri pada punggung, tulang, persendian, dan kepala. .
~Manifestasi perdarahan. seperti uji turniket positif, petekie, purpura. ekimosis. epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, dan melena.
~Pembesaran hati dan nyeri tekan tanpa ikterus.
~Dengan/ tanpa renjatan. Renjatan yang terjadi pada saat demam biasanya mempunyai prognosis yang buruk.
~Kenaikan nilai Ht/hemokonsentrasi, yaitu sedikitnya 20%.
 
Derajat beratnya DBD secara klinis dibagi sebagai berikut:
Derajat I (ringan),terdapat demam mendadak selama 2-7 hari disertai gejala klinis lain
dengan manifestasi perdarahan teringan, yaitu uji turniket positif.
Derajat II (sedang), ditemukan pula perdarahan kulit dan manifestasi perdarahan lain.
Derajat III, ditemukan tanda-tanda dini renjatan.
Derajat IV, terdapat DSS dengan nadi dan tekanan darah yang tak terukur.
Diagnosis klinis perlu disokong pemeriksaan serologi.

Pemeriksaan Penunjang
Darah. Pada DD terdapat leukopenia pada hari ke-2 atau hari ke-3. Pada DBD dijumpai trombositopenia dan hemokonsentrasi. Masa pembekuan masih normal, masa perdarahan biasanya memanjang, dapat ditemukan penurunan faktor II, V, VII, IX, dan XII. Pada pemeriksaan kimia darah tampak hipoproteinernia, hiponatremia, hipoklorernia. SGOT, serum glutamik piruvat transaminase (SGPT), ureum, dan pH darah mungkin meningkat. reverse alkali menurun.

Air seni. Mungkin ditemukan albuminuria ringan.
Sumsum tulang. Pada awal sakit biasanya hiposelular, kemudian menjadi hiperseluler, pada hari ke-S dengan gangguan maturasi dan pada hari ke-IO sudah kembali normal untuk semua sistem.

Uji serologi
~Uji serologi memakai serum ganda, yaitu serum diambil pada masa akut dan konvalesen, yaitu uji pengikatan komplemen (PK), uji netralisasi (NT), dan uji dengue blot. Pada uji ini dicari kenaikan antibodi antidengue sebanyak minimal empat kali.
~Uji serologi memakai serum tunggal, yaitu uji dengue blot yang mengukur antibodi antidengue tanpa memandang kelas antibodinya, uji IgM anti dengue yang mengukur hanya antibodi antidengue dari kelas IgM, Pada uji ini yang dicari adalah ada-tidaknya atau titer tertentu antibodi antidengue,

Isolasi virus, yang diperiksa adalah darah pasien dan jaringan,
 
Diagnosis Banding
1.Adanya demam pada awal penyakit dapat dibandingkan dengan infeksi bakteri maupun virus, seperti bronkopneumonia, kolesistitis, pielonefritis, demam tifoid, malaria, sebagainya,
2.Adanya ruam yang akut seperti pada morbili perlu dibedakan dengan DBD,
3.Adanya pembesaran hati perlu dibedakan dengan hepatitis akut dan leptospirosis.
4. Pada meningitis meningokok dan sepsis terdapat perdarahan di kulit.
5.Penyakit-penyakit darah seperti idiophatic thrombocytopenic purpurae, leukemia pada stadium lanjut; dan anemia aplastik.
6.Renjatan endotoksik.
7.Demam chikungunya.

Penatalaksanaan
PenatalaksanaanDD atau DBD tanpa penyulit adalah:
~Tirah baring
~Makanan lunak dan bila belum nafsu makan diberi minum 1,5-2 liter dalam 24 jam (susu, air dengan gula, atau sirop) atau air tawar ditambah garam.
~Medikamentosa yang bersifat simtomatis. Untuk hiperpireksia dapat diberi kompres. antipiretik golongan asetaminofen, eukinin, atau dipiron dan jangan diberikan asetosal karena bahaya perdarahan.
~Antibiotik diberikan bila terdapat kemungkinan terjadi infeksi sekunder.

Pada pasien dengan tanda renjatan dilakukan:
~Pemasangan infus dan dipertahankan selama 12-48 jam setelah renjatan diatasi.
~Observasi keadaan umum. nadi. tehman darah. suhu. dan pernapasan tiap jam. serta Hb
dan Ht tiap 4-6 jam pada hari pertama selanjutnya tiap 24 jam.

Pada pasien DSS diberi cairan intravena yang diberikan dengan diguyur. seperti NaCI. ringer Jaktat yang dipertahankan selama 12-48 jam setelah renjatan teratasi. Bila tak tampak perbaikan dapat diberikan plasma atau plasma ekspander atau dekstran atau preparat hemasel sejumlah 15-29 ml/kg berat badan dan dipertahankan selama 12-48 jam setelah renjatan teratasi. Bila pada pemeriksaan didapatkan penurunan kadar Hb dan Ht maka diberi transfusi darah.

Prognosis
Kematian karena demam dengue hampir tidak ada. Pada DBD/DSS mortalitasnya cukup tinggi. Penelitian pada orang dewasa di Surabaya, Semarang, dan Jakarta menunjukkan bahwa prognosis dan perjalanan penyakit umumnya lebih ringan daripada anak-anak

BATUK LEBIH DARI 2 MINGGU, HATI-HATI ANDA TERSERANG PENYAKIT TBC PARU-PARU

Penyakit diawali dengan batuk lama yang tak sembuh-sembuh. Pada mulanya batuk tak berdahak, selanjutnya berdahak yang berwarna hijau atau kuning yang tak berbau, dengan jumlah yang meningkat pada pagi hari. Kadang-kadang disertai darah (segar) dalam jumlah yang bervariasi.
Penderita mengeluh lesu, lemah, cepat lelah, mual, tak ada nafsu makan, dan berat badan semakin menurun. Ada demam, terutama sore hari yang meningkat dengan aktivitas fisik. Pada malam hari sering berkeringat (pada kasus lanjut keringat sangat banyak,membasahi seluruh tubuh).
Pada wanita ditemukan juga penekanan terhadap siklus menstruasi (oligomenorhae), terutama pada kasus berat.Pada stadium lanjut bisa ditemukan keluhan nyeri dada, terutama pada waktu bernafas dalam, suara parau dan nyeri menelan.
Penyakit Tuberculosa paru adalah penyakit proses spesifik di paru disebabkan oleh organisma tahan asam yang disebut Mycobacterium tuberculosa dan ditandai dengan pembentukan tuberkel di paru. Menyerang semua umur, terutama orang tua. Angka kejadian pria dan wanita sama banyak, terjadi pada SOSEK yang rendah dan lingkungan dengan populasi yang padat.
Riwayat penyakit terdahulu pasien mungkin pernah menderita seperti : Diabetes melitus, Malnutrisi, Silikosis, Atau penggunaan kortikosteroid atau sitostatika yang lama. Riwayat penyakit keluarga, ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama.
Bila anda curiga kalau anda menderita penyakit tersebut, segeralah konsultasikan kedokter keluarga anda..Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan klinis,laboratorium dan radiologis. Diagnosa pasti bila ditemukan kuman / Basil Tahan Asam pada sediaan langsung yang diambil dari sputum/dahak.
Komplikasi penyakit ini dapat berupa Hemoptysis (batuk darah), Pleuritis (radang pada jaringan pembungkus paru), Pleural effusion (cairan pada rongga pembungkus paru), TBC Gasto intestinal, TBC Pneumonia, Bronchopleural fistel dan empiema, TBC Bronkus-trakea.
Perkembangan penyakit ini, dengan terapi yang baik dan adekwat hampir 95% sembuh, bisa terjadi relaps (kambuh) sekitar 1%, sangat buruk pada TBC berat dan ada komplikasi.Hati-hatilah.

ANDAPUN BISA MENDIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELITUS

Untuk mendiagnosa penyakit Diabetes Melitus atau kencing manis sangatlah mudah sekali. Walaupun anda bukan seorang dokter tapi anda bisa dengan mudah untuk mengetahui apakah anda menderita penyakit ini atau tidak.
Anda hanya perlu melakukan autoanamnesis, yaitu bertanya kepada diri anda sendiri tentang kemungkinan kemungkinan gejala yang anda rasakan yang menjurus kearah penyakit Diabetes.
Beberapa pertanyaan yang dapat membantu untuk mendiagnosa kemungkinan anda menderita penyakit Diabetes. Tanyalah kepada diri anda sendiri, Apakah anda sering merasa sangat haus?, merasa lapar sepanjang waktu?, kulit sering terasa gatal atau mengalami masalah kulit?, sering mengalami bisul?, jika anda luka,butuh waktu yang lama untuk sembuh?, sering merasa nyeri atau kram di kaki?,
Anda sering buang air kecil disiang hari?, sering bangun dimalam hari untuk buang air kecil?, sering mengalami infeksi kandung kemih?, kaki dan tangan anda sering mati rasa atau kesemutan?, berat badan anda turun tanpa alas an?, sering merasa letih dan lemah?, anda merasa sangat mual?, anda memiliki anggota keluarga yang menderita Diabetes?, anda kelebihan berat badan?
Makin banyak anda menjawab “YA”,maka makin BESAR RISIKO anda menderita DIABETES MELITUS. Bila anda benar benar curiga, maka lakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan 2 jam sesudah makan dengan menggunakan alat sederhana yang beredar dipasaran.
Anda bisa menggunakan alat periksa gula darah dari merek Accu Chek atau Nesco, anda tinggal menancapkan blood lancet ke ujung jari anda, kemudian darah yang keluar ditempelkan kealat tersebut, maka akan keluar hasil pemeriksaan gula darah anda. Nilai normal Gula darah puasa (8 jam tidak makan) = 70 – 110 mg/dL, Gula darah 2 jam PP (sesudah makan) = 100 – 140 mg/dL dan Gula darah acak = 70 - 125 mg/dL.

SERING NYERI DADA KIRI,HATI2 TERSERANG JANTUNG KORONER

Anda perlu waspada bila sering mengalami nyeri dada sebelah kiri. Nyeri dada yang temporer seperti tertekan, terbakar atau seperti di remas-remas yang sangat menyakitkan dalam waktu lebih dari 20 menit.
Nyeri dada ini dapat saja timbul pada waktu istirahat yang menjalar ke lengan dan bahu kiri, leher, rahang dan punggung. Kadang-kadang penjalaran dapat mencapai lengan kanan. Keluhan nyeri yang sangat hebat ini membuat penderita sangat gelisah dan berusaha melakukan gerakan-gerakan yang mungkin dapat mengurangi perasaan nyeri tersebut, malahan dapat membuat penderita lumpuh.
Nyeri dada ini tidak dapat diobati dengan obat untuk mengurangi nyeri dada (Angina Pectoris)sebelumnya. Seiring dengan serangan ini penderita berkeringat dingin yang berlebihan sehingga perlu mengganti pakaian beberapa kali. Biasanya keluhan ini disertyai rasa mual, muntah, pusing dan perasaan ketakutan untuk menghadapi KEMATIAN.....
Penyakit ini menyerang umur 35 - 70 tahun, laki-laki lebih banyak dari wanita, terutama mengenai golongan ekonomi menengah keatas. Faktor resiko utama : Obesitas, Hipertrensi, Hipercholesterolemia. Biasanya ada Riwayat penyakit sebelumnya yaitu : Riwayat Hipertensi, Diabetes melitus, dan pernah mengalami Angina Pectoris (nyeri dada).
Kemudian pada si penderita mempunyai riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan faktor resiko yang mungkin bersifat familiar seperti : Diabetes melitus, Hipercholesterolemia dan Hipertensi. Penting bagi Anda untuk selalu memeriksakan kesehatan secara rutin ke Dokter, pemeriksaan anjuran secara berkala terhadap cholesterol darah, gula darah dan EKG..
Perjalanan dan Perkembangan Penyakit Jantung Koroner tergantung potensi aritmia, iskemia dan potensi gangguan hemodinamik. Bisa Baik, sembuh pada fase akut dengan penanganan yang tepat tanpa komplikasi.
Bisa memburuk karena faktor usia lanjut, pernah menderita infark jantung, nyeri dada sangat lama, shock berat dan lama, denyut nadi tetap cepat dan lama, gallop tak mau hilang,extra sistole sering dan menetap, takikardi ventrikel yang menetap, DM, dan HIPERTENSI.
Komplikasi akibat penyakit ini dapat terjadi gangguan irama jantung seperti aritmia yang merupakan bahaya terberat pada minggu pertama serangan, Gagal jantung kongestif, shock cardiogenik, tromboemboli, pericarditis, aneurisma aorta, insufisiensi aorta, ruptur jantung.
 Kematian mendadak sering terjadi diakibatkan : tromboemboli,ruptur jantung dan fibrilasi atau takikrdi ventrikel. Pencegahan penyakit ini adalah selalu mengontrol kadar cholesterol dengan cara mengatur diet dan exercise yang teratur.