DOKTERSAHABATKITA

Memberikan Informasi Kesehatan Terkini dan memberikan Kiat dan Inspirasi Hidup Sehat

TERNYATA PROSES PENUAAN DAPAT DI CEGAH

Umur panjang adalah dambaan setiap manusia, bahkan hampir di setiap doa harapan panjang umur menduduki rating yang cukup tinggi. Dari masa ke masa manusia selalu berusaha untuk mencari resep agar umurnya  panjang.

Di negara barat ada legenda “fountain of youth” yaitu sumber air yang bila di gunakan untuk mandi dan minum akan membuat kita menjadi muda kembali. Banyak pemimpin expedisi barat yang berkelana menyebrangi lautan guna mencari “fountain of youth”, seperti Juan Ponce De Leon, dari Spanyol adalah orang Eropa pertama yang mendarat di Florida dalam rangka mencari Fountain of the Youth.

Kaisar Cina dinasti Ching : Ching Se Huang, 2000 tahun yang lalu mengirim putra-putri terbaiknya untuk mencari obat awet muda ke segala penjuru dunia, bilamana mereka kembali tanpa hasil, akan dihukum mati. Kaisar ini juga membangun tembok besar di Cina.

Sebenarnya proses penuaan sudah dimulai sejak kita berumur 25 tahun, kalau kita perhatikan kondisi fisik kita masing-masing ada yang terlihat lebih tua dari umur kita saat ini. Banyak diantara kita di usia yang masih muda sudah menampakkan kerutan pada kulit disamping mata dan dahi, kelopak mata atas menurun karena kulitnya kendur dan lemaknya bertambah dan kelopak mata bawah lemaknya bertambah sehingga mengembung.

Diantara kita juga mungkin sudah ada yang sering mendapat keluhan akibat perubahan fisiologis karena berkurangnya hormon-hormon yang penting untuk tubuh kita. Keluhan dapat berupa berkurangnya fungsi sensorik, motorik dan kognitif, cepat lelah, gangguan kardiovaskular, gangguan fungsi liver, gangguan jantung dan paru-paru, depresi, berfikiran negative, mudah marah, sering lupa, bertambahnya timbunan lemak di perut dan dada, kencing manis, nyeri dan kaku sendi, kulit kering dan timbulnya garis-garis halus, gairah seks menurun, pada pria kesulitan mendapat dan mempertahankan ereksi.

Kalau kita minta petunjuk kepada dokter, bagaimana agar kita sehat dan awet muda, dokter biasa menasehati pasiennya agar menjaga makanan dan berolahraga teratur tanpa ada petunjuk atau intervensi lain guna membuat kita menjadi tetap muda, energetik, penuh semangat. Untuk awet muda bahkan banyak dokter masih menganggap bahwa menjadi tua adalah hal alamiah yang tidak bisa dan tidak perlu dicegah.

Ternyata dokter yang menganggap proses ketuaan tidak bisa dicegah salah. Sebenarnya proses menjadi tua adalah dapat di cegah dan dapat diobati. Adalah Dr Daniel Rudman yang pada tahun 1990 membuat penelitian yang membalikkan proses pemikiran mengenai proses penuaan.

Dr Rudman meneliti 21 pria dan wanita berusia 61-81 tahun. Mereka diberikan hormone pertumbuhan HGH (=human growth hormone = somatotropin) injeksi selama 2 bulan. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan ; kondisi tubuh, nilai laboratorium, masa lemak, masa otot, ketebalan kulit dan densitas tulang mereka ternyata membaik, sesuai dengan kondisi usia 10 tahun sebelumnya.

Kesimpulannya adalah : menjadi  tua bukanlah proses alamiah yang tidak dapat dimanipulasi, tetapi : menjadi tua adalah suatu penyakit (yang seperti penyakit lain) berarti dapat di cegah dan dapat diobati.

Kesimpulan ini merupakan benang merah yang dapat ditarik bahwa proses penuaan dapat di cegah oleh pakar yang tergabung dalam ANTI-AGING MEDICINE, yang merupakan spesialisasi dalam ilmu kedokteran yang tujuannya adalah mencegah penuaan, termasuk mencegahpenyakit-penyakit yang berhubungan dengan usia tua ( jantung, paru-paru, radang sendi, diabetes, stroke, kanker, dsb).

Tujuan lainnya adalah supaya manusia bias mengalami hidup produktif yang nyaman, sehat, selama mungkin. Bukan hidup yang panjang dalam keadaan tidak berdaya, dikursi roda, ditempat tidur atau penuh dengan alat bantu ICU di rumah sakit.

Para pakar anti aging ini menyarankan kepada pasiennya untuk menggunakan antioksidan, menggunakan suplemen, melakukan detoksifikasi, mengatur makanan sehat, mengatur gaya hidup sehat, olahraga teratur, peremajaan dari luar missal botox dan facelift, modulasi hormone (merangsang kembali hormone-hormon) dan terapi hormone pengganti.

Selain itu melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dengan melakukan “general chek up” rutin, selain laboratorium, juga pemeriksaan fisik, tredmill bagi jantung, pemeriksaan terhadap penyakit-penyakit yang sering timbul pada usia lanjut seperti kencing manis, hipertensi, pelbagai tumor ( bias diperiksa melalui pemeriksaan darah : tumor marker).

CARA MENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Negara kita memang termasuk negara endemis untuk demam berdarah, kasus banyak ditemukan  di sebagian besar daerah di  Indonesia. Indonesia termasuk negara tropis, tempat tinggal yang ideal untuk nyamuk Aedes Sp. Selain itu sering turunnya hujan, lingkungan yang lembab, dan kesadaran penduduk yang kurang untuk memberantas tempat-tempat  hidup nyamuk makin menyuburkan komunitas nyamuk.

Demam berdarah merupakan masalah kesehatan yang serius karena angka kejadiannya terus meningkat dan penyebarannya semakin luas. Propinsi dengan angka kejadian demam berdarah yang terus meningkat adalah Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Mencegah demam berdarah sebenarnya tidak sulit. Memperbaiki lingkungan saja sudah dapat melindungi diri dan keluarga kita dari serangan penyakit ini. Kita  berupaya agar lingkungan tempat kita tinggal tidak dijadikan tempat berkembang biak dan bersarangnya  nyamuk demam berdarah. 

Mengapa dalam mencegah dan memberantas demam berdarah kita fokuskan pada nyamuknya ?. Sebab nyamuk Aedes aegypti berfungsi  sebagai vektor bagi  virus dengue yang bila keluarga kita digigit oleh nyamuk ini dapat menyebabkan penyakit demam berdarah.

Patut diketahui khemoterapetika yang spesifik dan juga vaksin yang efektif untuk penyakit Demam Berdarah sampai saat ini belum tersedia, maka upaya pemberantasannya ditekankan pada pengendalian vektornya untuk memutus rantai penularannya.

Di Indonesia, nyamuk Aedes aegypti umumnya memiliki habitat dilingkungan perumahan. Nyamuk ini boleh di sebut nyamuk “elite”, karena nyamuk ini tidak suka tinggal di air yang kotor. Nyamuk Aedes aegypti menyukai air bersih yang tidak berhubungan langsung dengan tanah.

Nyamuk Aedes aegypti meletakkan telur pada pemukaan air bersih secara individual. Telur berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. Telur menetas dalam 1-2 hari menjadi larva. Terdapat empat tahapan dalam perkembangan larva yang di sebut instar. Perkembangan dari instar 1 ke instar 4 memerlukan waktu sekitar 5 hari. Setelah mencapai instar ke-4, larva berubah menjadi pupa dimana larva memasuki masa dorman. Pupa bertahan selama 2 hari sebelum akhirnya nyamuk dewasa keluar dari pupa. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7-8 hari, namun dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung.

Telur Aedes aegypti  tahan kekeringan dan dapat  bertahan hingga 1 bulan dalam keadaan kering. Jika terendam air, telur kering dapat menetas menjadi larva. Sebaliknya larva sangat membutuhkan air yang cukup untuk perkembangannya. Kondisi larva saat berkembang dapat mempengaruhi kondisi nyamuk dewasa yang dihasilkan. Sebagai contoh, populasi larva yang melebihi ketersediaan makanan akan menghasilkan nyamuk dewasa yang cenderung lebih rakus dalam menghisap darah.

Diawal dikatakan mencegah demam berdarah sebenarnya tidak sulit, dengan memperbaiki lingkungan saja sudah dapat melindungi diri dan keluarga kita dari serangan penyakit ini. Namun bukan rahasia lagi kalau mayoritas masyarakat kita belum menyadari pentingnya memelihara kebersihan lingkungan. Salah satu indikatornya adalah rendahnya kesadaran untuk menjaga agar tidak terdapat wadah yang dapat menampung air. Padahal, air yang tertampung di dalam wadah adalah tempat yang paling disukai nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Upaya pencegahan yang paling populer yang sering kita lakukan adalah dengan gerakan 3 M, yaitu menguras, menutup, atau mengubur tempat  penampungan iar secara teratur. Dilingkungan perkotaan biasanya sumber  genangan berasal dari dispenser, AC, atau genangan dari rumah yang masih dalam proses pembangunan.

Hati-hati dengan kebiasaan yang turut menghambat upaya pencegahan dan pemberantasan demam berdarah adalah tidak menguras bak mandi secara teratur. Kalaupun menguras, dilakukan secara salah. Misalnya hanya mengganti air tanpa menyikat dinding bak mandi. Cara tersebut tidak efektif karena telur Aedes aegypti dapat bertahan terus selama enam bulan sehingga jika tidak dihilangkan akan terus melanjutkan siklus hidupnya.

Perlu diperhatikan juga tempat-tempat yang disukai nyamuk Aedes Aegypti yang kadang tak terpikirkan oleh kita, yaitu adanya genangan air pada alas teko, alas pot bunga, penampung air di belakang kulkas, ban bekas, tumpukan baju bekas, tempat minum burung di sangkarnya, dan talang di atas genteng yang tersumbat dedaunan.

Tempat-tempat penampungan air lainnya seperti kolam air mancur, kolam-kolam tempat tumbuhnya tanaman hias ditaman sekitar rumah kita ataupun di pusat perbelanjaan seharusnya di taburkan serbuk abate dengan dosis 1ppm (part per million) yaitu setiap 1 gram abate 1% dalam setiap 10 liter air. Tujuan pemberian serbuk abate ini adalah untuk menekan kepadatan vektor serendah-rendahnya.

Setelah kita melakukan upaya pencegahan dengan meminimalisir tempat berkembang biaknya nyamuk, tentunya juga kita harus waspada terhadap gigitan nyamuk demam berdarah. Nyamuk berdarah termasuk nyamuk yang cerdik, nyamuk ini tidak sembarangan dalam menggigit korbannya, ada jam biologis yang membuatnya lebih aktif pada jam-jam tertentu.

Nyamuk demam berdarah paling sering menggigit 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. "Nyamuk DBD beroperasional saat dia lapar, di pagi dan sore hari. Pagi hari sehabis subuh sampai dengan pukul 08.00 hingga 09.00 dimana nyamuk sedang mencari makan dan setelah itu beristirahat sejenak dan bersembunyi di baju-baju yang bergelantungan. Kemudian, pukul 16.00 ketika nyamuk sudah lapar lagi maka si nyamuk akan mencari mangsa lagi,".

Bagaimana upaya pencegahan dengan cara pengaspan atau fogging ?. Pengasapan dengan penggunaan insektisida masih berperan penting bahkan tidak dapat ditinggalkan sama sekali, akan tetapi pengalaman menunjukkan bahwa penggunaan insektisida dalam skala luas dan terus-menerus tidak dapat dipertahankan karena menyebabkan resistensi vektor terhadap insektisida tersebut.

Insektisida atau racun serangga yang digunakan untuk fogging adalah golongan organophosporester insectisida seperti malation, sumithion, fenithrothion, perslin, dan lain-lain. Paling banyak dan sering digunakan adalah malation. Insektisida malation sudah digunakan oleh pemerintah dalam fogging sejak tahun 1972 di Indonesia. Namun untuk pelaksanaan fogging dengan fog machine, malation harus diencerkan dengan penambahan solar atau minyak tanah.

Fogging sangat mencemari lingkungan dan akhirnya mencemari manusia. Selain itu, tindakan fogging harganya mahal dengan hasilnya yang tidak begitu signifikan bahkan akan membuat nyamuknya menjadi resisten (kebal dan tak mati karena fogging).

Pengasapan hanya bisa membunuh nyamuk yang besar sedangkan jentik-jentik nyamuk tetap bisa hidup dan menjadi dewasa. Oleh karenanya, cara pencegahan dan penularan nyamuk demam berdarah cara yang paling baik adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSM) dengan cara menguras, menutup, dan mengubur (3M).

Pengasapan seharusnya dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Pengasapan dilakukan setelah ada pemantauan jantik-jentik nyamuk demam berdarah di suatu daerah dan “bila jentiknya melebihi ambang batas” maka Dinas Kesehatan mengupayakan untuk melakukan pengasapan. Tentunya upaya tersebut tidak ada manfaatnya bila tidak disertai adanya partisipasi masyarakat untuk melakukan gerakan PSM dan 3M.

Pengasapan juga dilakukan bila ada wabah disuatu daerah atau  ada masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah. Pengasapan dilakukan setelah ada laporan dari dokter, baik  dari dokter praktek swasta, Puskesmas ataupun Rumah Sakit. Sebaiknya hindari untuk melakukan upaya pengasapan sendiri, mengingat adanya resistensi insektisida terhadap vector dan bahaya dari residu racun serangga yang membayakan manusia.

Mencegah memang selalu lebih baik dari pada mengobati, namun bila demam sudah terjadi maka beberapa hal perlu diperhatikan untuk mencegah  komplikasi. Pertama kali timbul , cobalah turunkan demam dengann obat-obat penurun panas, sebaiknya hindari obat penurun panas jenis ibuprofen, berilah jenis paracetamol dan berikan minum yang banyak. Karena pengobatan dini dapat memberi hasil yang lebih baik.

Bila dalam 2 hari  demam tetap ada maka sebaiknya segera berobat kepada dokter. Perhatikan pula bila tubuh terasa lemas, pusing, apalagi timbull gejala perdarahan, maka memeriksakan diri ke dokter tidak dapat di tawar lagi.

CARA PENANGANAN DEMAM BERDARAH PADA ANAK

Demam Berdarah di akibatkan oleh virus, karena penyebabnya virus, maka sebenarnya  penyakit ini dapat sembuh secara alami, tanpa pemberian obat-obatan tertentu.

Prinsip utama penangan demam berdarah adalah dengan pemberian cairan (6 sampai 8 gelas perhari). Air putih yang sudah dimasak, air mineral, susu, teh, sirup, maupun berbagai jenis jus buah selain enak rasanya juga mengandung kalori dan vitamin C yang diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga baik untuk dikonsumsi.

Obat-obatan seperti obat penurun panas, penghilang rasa nyeri, maupun penghilang rasa mual dapat diberikan namun hanya bersifat menghilangkan gejala sementara (simptomatis).
Pemberian obat penurun panas, selain berkhasiat juga harus aman atau tidak menimbulkan efek samping pada penderita. “Penanganan demam pada demam berdarah harus ditangani dengan hati-hati, dan harus dibawa ke dokter jika kondisi kesehatan anak memburuk.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan oabat pilihan pertama untuk menurunkan demam pada demam berdarah adalah “Paracetamol”. Hal itu harus diikuti dengan asupan cairan yang cukup, seperti oralit, larutan gula garam, jus buah, susu, dan sayuran.

Obat penurun panas golongan ibuprofen tidak dianjurkan diberikan kepada penderita demam berdarah karena dapat menyebabkan jumlah trombosit turun dan merangsang lambung. Obat penurun panas golongan asetosal (asam asetisalisilat) juga tidak dianjurkan lantaran diduga berhubungan dengan sindrom reye yang dapat mengakibatkan anak pingsan dan mengalami gangguan fungsi hati, serta dapat menyebabkan perdarah lambung. Pemberian obat penurun panas yang tidak sesuai justru akan memperburuk penyakit demam berdarah yang diderita anak.

Seperti penyakit akibat infeksi virus lainnya, maka kesembuhan penderita tergantung dari  ketahanan tubuh yang baik. Hal ini dicapai dengan beristirahat serta mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dalam jumlah yang cukup.

Namun pada anak biasanya sulit karena rasa mual membuat anak menolak makan dan minum. Pada keadaan ini biasanya anak membutuhkan pemasangan infus dirumah sakit agar tidak kekurangan cairan.

DEMAM BERDARAH PADA ANAK LEBIH BERBAHAYA

Pada anak, komplikasi Demam Berdarah lebih sering menimbulkan kematian. Hal iyu karena anak lebih mudah jatuh ke dalam kondisi syok. Reaksi kekebalan tubuh akibat infeksi dengue pada anak lebih hebat yang menyebabkan kebocoran plasma darah di berbagai ogan tubuh. Hilangnya sebagian cairan plasma dari pembuluh darah itulah yang dapat menimbulkan gejala syok.

Saat anak terkena Demam Berdarah, suhu badan meningkat secara tiba-tiba dan berlangsung terus menerus dengan suhu yang tetap tinggi. Demam juga disertai dengan gejala tidak khas, misalnya lemas, napsu makan menurun, nyeri dipunggung, tulang, sendi, otot, serta pusing. Gejala lainnya adalah bercak merah dikulit dan perdarahan gusi.

Demam pada Demam Berdarah mengikuti pola pelana kuda, yakni 3 hari panas, hari ke-4 turun dan naik lagi pada hari ke-5. Infeksi virus dengue itu berlangsung selama 7 hari dan terdiri dari 3 fase, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan. Fase kritis dimulai pada hari ke-5 dan berlangsung 24-48 jam. Jumlah cairan yang cukup pada fase kritis menghindarkan terjadinya perdarahan. “ Saat hari ke-4 dan ke-5 perlu kewaspadaan tinggi karena berpotensi terjadinya syok.

Tanda-tanda syok pada Demam Berdarah Antara lain gelisah, anak menolak makan, lemah, kebiruan disekitar mulut, tangan dan kaki dingin, pucat, serta jumlah air seni berkurang. Bila gejala tersebut timbul, anak harus segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penangan yang tepat dan sedini mungkin diharapkan dapat mengatasi syok. 

HATI2 ANAK ANDA TERSERANG DEMAM BERDARAH

Pada musim hujan yang sedang kita alami di awal tahun ini, hati2 dengan serangan penyakit yang sangat membahayakan dan cukup mematikan. Penyakit yang sangat favorit di musim penghujan adalah Demam Berdarah, lindungi anak-anak anda dari serangan penyakit yang membahayakan ini.

Bila sang buah hati anda menderita panas tinggi tanpa batuk pilek, pusing, lemas, dan disertai gangguan saluran pencernaan seperti  nyeri perut patut di curigai sebagai penyakit Demam Berdarah.
Serangan penyakit ini berhubungan dengan kekebalan tubuh, sering menyerang anak di bawah 5 tahun dan jarang menyerang usia lanjut.

Penyakit Demam Berdarah di sebabkan oleh virus yang ukurannya sangat kecil Antara 35-45 nm yang bernama “Virus Dengue”. Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus untuk kemudian ditularkan ketubuh manusia melalui gigitannya.

Infeksi yang pertama kali dapat menimbulkan gejala demam dengue saja, namun bila anak anda mendapat infeksi yang berulang dengan virus dengue tipe lainnya maka barulah demam berdarah bisa timbul dan menjadi lebih parah. Virus akan berkembang di organ penghasil sel ketahahan tubuh (retikuloendotelial) dan menyebar ke dalam darah.

Disinilah kemudian virus merangsang berbagai sistem ketahanan tubuh yang dapat menimbulkan gejala penyakit. Masa inkubasi virus sebelum menimbulkan gejala adalah 5-7 hari. Seorang anak setelah terinfeksi virus dengue tidak selalu menyebabkan demam berdarah, tampilannya dapat bervariasi, mulai dari bentuk yang ringan tanpa gejala yang dapat sembuh sendiri sampai gejala yang lebih berat berupa perdarahan, penurunan tekanan darah, atau disertai syok yang dikenal dengan demam berdarah.

Pada satu atau dua hari pertama, demam berdarah memang sulit didiagnosa. Gejalanya sangat mirip dengan Tifoid karena pola perjalanan penyakitnya belum jelas terlihat. Namun pada demam berdarah, peningkatan suhu badan timbul secara mendadak dan berlangsung terus menerus dengan suhu yang tetap tinggi. Demam juga disertai dengan gejala tidak khas seperti rasa lemas, nafsu makan menurun, nyeri pada punggung, tulang, sendi, otot, nyeri dibelakang mata, dan pusing.

Diobati ataupun tidak, setelah 2-6 hari suhu badan kemudian turun, juga secara tiba-tiba. Rasa nyeri di ulu hati, mual, dan muntah juga dapat timbul dengan derajat yang berbeda-beda pada tiap anak.
Pada demam berdarah menimbulkan gejala perdarahan berupa timbulnya bercak-bercak pada kulit, perdarahan gusi, dan mimisan. Berbagai gejala ini biasanya baru mulai timbul pada hari ke tiga sampai ke enam per jalanan penyakit.

Pada demam berdarah biasanya ditemukan jumlah trombosit yang semakin menurun pada hari ke 3-4, mencapai titik terendah pada hari ke 5-6, dan mulai naik kembali hingga normal setelah hari ke -7. Selain itu bisa juga didapatkan peningkatan kekentalan darah yang ditandai dengan peningkatan kadar hemoglobin dan hamatokrit. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan antibody terhadap virus dengue yang secara komersial dikenal dengan nama  “Dengue Blot”.

Pada kasus tertentu demam berdarah bias menimbulkan keadaan yang disebut dengan Sindrom Syok Dengue (SSD). SSD lebih sering terjadi pada anak-anak dan merupakan komplikasi yang paling serius akibat infeksi virus dengue.

CARA MENANGKAL SERANGAN PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK

Anak yang sehat adalah dambaan dan kebahagiaan  setiap orang tua. Bila anak jatuh sakit maka setiap orang tua akan merasa panik khawatir terjadfi sesuatu menimpa sang buah hati.  Salah satu penyakit yang selalu mengancam jiwa anak adalah penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak adalah : Tuberculosis Paru atau TB Paru, Hepatitis B, Dipteri, Pertusis, Tetanus, Polio dan Morbili (Campak ).
Selaku orang tua tentunya selalu berupaya agar anaknya selalu sehat dan terhindahr dari penyakit2 infeksi yang membahayakan. Berbagai upaya dilakukan orang tua untuk menangkal serangan penyakit infeksi tersebut, yang  paling penting adalah mencegah penyakit infeksi  melalui pemberian immunisasi semenjak usia  dini.

Apa yang di maksud dengan Imunisasi ? , Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi anak.

Dengan pemberian Imunisasi, tentunya si buah hati akan terlindung dari berbagai serangan penyakit infeksi, atau  walaupun setelah di imunisasi  kemudian mendapat infeksi tidak akan meninggal atau menderita cacat..
Umumnya anak yang telah di imunisasi dan memperoleh kekebalan, bila terserang penyakit infeksi tidak akan sakit, atau kalaupun sakit tidak akan jadi berat sehingga tidak mengakibatkan cacat dan tidak meninggal.
Kapan sebaiknya imunisasi di berikan pada buah hati kita ?. Ketika bayi baru lahir sampai usia 2 bulan, sebaiknya sudah harus diberikan imunisasi BCG dan Hepatitis B.

Pemberian imunisasi BCG dimaksudkan untuk mencegah penyakit TB paru. Di Indonesia penyakit ini merupakan penyakit utama anak yang kelima setelah Infeksi Saluran Pernafasan, Penyakit Saluran Pencernaan, Malnutrisi Energi Protein (Busung Lapar), dan Defisiensi Vitamin A. Dahulu BCG diberikan secara rutin pada bayi baru lahir, tetapi dianjurkan pada usia bayi 2-3 bulan. Imunisasi BCG cukup diberikan 1 kali saja.

Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah penyakit Hepatisi B, Di Indonesia kejadiannya satu diantara 12 – 14  orang dan 10% diantara pengidap virus tadi akan menjadi karier menahun, yang setelah beberapa tahun kemudian dapat menunjukkan gejala kanker hati atau sirosis hati.. Imunisasi diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu satu bulan Antara suntikAN 1 dan 2, dan lima bulan Antara suntikan 2 dan 3. Booster diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar.

Kemudian memasuki usia 2 bulan si buah hati harus sudah diberikan imunisasi DPT, imunisasi ini sangat penting agar buah hati kita tidak terserang dari 3 penyakit infeksi yaitu Difteria, Pertusis dan Tetanus.

Penyakit Difteri disebabkan oleh sejenis bakteria yang disebut Corynebacterium diphtheria, sifatnya sangat ganas dan mudah menular. Kematian akibat penyakit ini sangat tinggi.

Sedang penyakit Pertusis atau penyakit batuk rejan atau dikenal pula dengan batuk seratus hari disebabkan oleh kuman Bordetella Pertussis, Penyakit ini cukup parah bila diderita oleh anak balita, bahkan dapat menyebabkan kematian pada bayi berumur kurrang dari 1 tahun.

Dan Tetanus, penyakit ini masih terdapat diseluruh dunia, karena kemungkinan anak mendapat luka tetap ada, misal terjatuh, luka tusuk, luka bakar, koreng, gigitan binatang, gigi bolong dan radang telinga.Penyebabnya kuman Clostridium Tetani, kuman ini akan berkembang biak dan membentuk racun yang berbahaya dan mematikan.

Imunisasi DPT diberikan 3 kali, sejak bayi berumur 2 bulan dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4 minggu, Imunisasi ulang pertama diberikan pada usia 1,5-2 tahun atau kurang lebih satu tahun setelah suntikan imunisasi dasar  ke 3, imunisasi ulang berikutnya dilakukan pada usia  6 tahun atau saat  di kelas 1 SD. Pada saat kelas 6 SD diberikan lagi imunisasi ulang dengan vaksin DT (tanpa P).

Imunisasi Polio diberikan untuk mencegah penyakit Poliomielitis, penyakit ini di sebabkan oleh virus Polio yaitu tipe I,II dan III. Penyakit ini banyak terutama di daerah berkembang, gejala penyakit ini sangat bervariasi, dari gejala ringan sampai timbul kelumpuhan, bahkan mungkin suatu kematian.

Imunisasi Polio diberikan melalui mulut dengan cara diteteskan. Imunisasi diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari, dan selanjutnya setiap 4-6 minggu. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin Hepattis B, dan DPT. Imunisasi ulangan diberikan bersamaan dengan imunisasi ulang DPT.



Terakhir Imunisasi Campak diberikan untuk mendapat kekebalan terhadap penyakit Campak. Istilah asing untuk penyakit Campak adalah Morbili (Latin), Measles (Inggris). Penyakit ini sangat mudah menular disebabkan oleh virus golongan Paramiksovirus. Komplikasi penyakit ini yang berbahaya adalah radang otak (ensefalitis atau enselopati), radang paru, radang saluran kemih, pada anak yang kurang gizi sering timbul komplikasi radang paru yang mematikan.

Bayi baru lahir biasanya telah mendapat kekebalan pasif terhadap penyakit Campak, makin lanjut umur bayi makin berkurang kekebalannya. Waktu berumur 6 bulan biasanya sebagian dari bayi tidak mempunyai kekebalan lagi. Imunisasi Campak cukup dilakukan 1 kali setelah bayi berumur 9 bulan. Lebih baik lagi diberikan setelah berumur lebih 1 tahun. Karena kekebalan yang diperoleh berlangsung seumur hidup, maka tidak diperlukan imunisasi ulang.


Sewaktu dilakukan imunisasi sebaiknya tubuh si buah hati tidak boleh dalam keadaan sakit, karena hal ini akan mengakibatkan  daya untuk membuat zat anti rendah. Demikian pula status gizi sangat penting, karena gizi yang buruk tidak akan dapat membuat zat anti dengan optimal.