DOKTERSAHABATKITA

Memberikan Informasi Kesehatan Terkini dan memberikan Kiat dan Inspirasi Hidup Sehat

HATI2 ANAK ANDA TERSERANG DEMAM BERDARAH

Pada musim hujan yang sedang kita alami di awal tahun ini, hati2 dengan serangan penyakit yang sangat membahayakan dan cukup mematikan. Penyakit yang sangat favorit di musim penghujan adalah Demam Berdarah, lindungi anak-anak anda dari serangan penyakit yang membahayakan ini.

Bila sang buah hati anda menderita panas tinggi tanpa batuk pilek, pusing, lemas, dan disertai gangguan saluran pencernaan seperti  nyeri perut patut di curigai sebagai penyakit Demam Berdarah.
Serangan penyakit ini berhubungan dengan kekebalan tubuh, sering menyerang anak di bawah 5 tahun dan jarang menyerang usia lanjut.

Penyakit Demam Berdarah di sebabkan oleh virus yang ukurannya sangat kecil Antara 35-45 nm yang bernama “Virus Dengue”. Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus untuk kemudian ditularkan ketubuh manusia melalui gigitannya.

Infeksi yang pertama kali dapat menimbulkan gejala demam dengue saja, namun bila anak anda mendapat infeksi yang berulang dengan virus dengue tipe lainnya maka barulah demam berdarah bisa timbul dan menjadi lebih parah. Virus akan berkembang di organ penghasil sel ketahahan tubuh (retikuloendotelial) dan menyebar ke dalam darah.

Disinilah kemudian virus merangsang berbagai sistem ketahanan tubuh yang dapat menimbulkan gejala penyakit. Masa inkubasi virus sebelum menimbulkan gejala adalah 5-7 hari. Seorang anak setelah terinfeksi virus dengue tidak selalu menyebabkan demam berdarah, tampilannya dapat bervariasi, mulai dari bentuk yang ringan tanpa gejala yang dapat sembuh sendiri sampai gejala yang lebih berat berupa perdarahan, penurunan tekanan darah, atau disertai syok yang dikenal dengan demam berdarah.

Pada satu atau dua hari pertama, demam berdarah memang sulit didiagnosa. Gejalanya sangat mirip dengan Tifoid karena pola perjalanan penyakitnya belum jelas terlihat. Namun pada demam berdarah, peningkatan suhu badan timbul secara mendadak dan berlangsung terus menerus dengan suhu yang tetap tinggi. Demam juga disertai dengan gejala tidak khas seperti rasa lemas, nafsu makan menurun, nyeri pada punggung, tulang, sendi, otot, nyeri dibelakang mata, dan pusing.

Diobati ataupun tidak, setelah 2-6 hari suhu badan kemudian turun, juga secara tiba-tiba. Rasa nyeri di ulu hati, mual, dan muntah juga dapat timbul dengan derajat yang berbeda-beda pada tiap anak.
Pada demam berdarah menimbulkan gejala perdarahan berupa timbulnya bercak-bercak pada kulit, perdarahan gusi, dan mimisan. Berbagai gejala ini biasanya baru mulai timbul pada hari ke tiga sampai ke enam per jalanan penyakit.

Pada demam berdarah biasanya ditemukan jumlah trombosit yang semakin menurun pada hari ke 3-4, mencapai titik terendah pada hari ke 5-6, dan mulai naik kembali hingga normal setelah hari ke -7. Selain itu bisa juga didapatkan peningkatan kekentalan darah yang ditandai dengan peningkatan kadar hemoglobin dan hamatokrit. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan antibody terhadap virus dengue yang secara komersial dikenal dengan nama  “Dengue Blot”.

Pada kasus tertentu demam berdarah bias menimbulkan keadaan yang disebut dengan Sindrom Syok Dengue (SSD). SSD lebih sering terjadi pada anak-anak dan merupakan komplikasi yang paling serius akibat infeksi virus dengue.