DOKTERSAHABATKITA

Memberikan Informasi Kesehatan Terkini dan memberikan Kiat dan Inspirasi Hidup Sehat

DEMAM BERDARAH PADA ANAK LEBIH BERBAHAYA

Pada anak, komplikasi Demam Berdarah lebih sering menimbulkan kematian. Hal iyu karena anak lebih mudah jatuh ke dalam kondisi syok. Reaksi kekebalan tubuh akibat infeksi dengue pada anak lebih hebat yang menyebabkan kebocoran plasma darah di berbagai ogan tubuh. Hilangnya sebagian cairan plasma dari pembuluh darah itulah yang dapat menimbulkan gejala syok.

Saat anak terkena Demam Berdarah, suhu badan meningkat secara tiba-tiba dan berlangsung terus menerus dengan suhu yang tetap tinggi. Demam juga disertai dengan gejala tidak khas, misalnya lemas, napsu makan menurun, nyeri dipunggung, tulang, sendi, otot, serta pusing. Gejala lainnya adalah bercak merah dikulit dan perdarahan gusi.

Demam pada Demam Berdarah mengikuti pola pelana kuda, yakni 3 hari panas, hari ke-4 turun dan naik lagi pada hari ke-5. Infeksi virus dengue itu berlangsung selama 7 hari dan terdiri dari 3 fase, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan. Fase kritis dimulai pada hari ke-5 dan berlangsung 24-48 jam. Jumlah cairan yang cukup pada fase kritis menghindarkan terjadinya perdarahan. “ Saat hari ke-4 dan ke-5 perlu kewaspadaan tinggi karena berpotensi terjadinya syok.

Tanda-tanda syok pada Demam Berdarah Antara lain gelisah, anak menolak makan, lemah, kebiruan disekitar mulut, tangan dan kaki dingin, pucat, serta jumlah air seni berkurang. Bila gejala tersebut timbul, anak harus segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penangan yang tepat dan sedini mungkin diharapkan dapat mengatasi syok.