CARA MENANGKAL SERANGAN PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK
Anak yang sehat adalah dambaan dan kebahagiaan setiap orang tua. Bila anak jatuh sakit maka
setiap orang tua akan merasa panik khawatir terjadfi sesuatu menimpa sang buah
hati. Salah satu penyakit yang selalu
mengancam jiwa anak adalah penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang sering
terjadi pada anak adalah : Tuberculosis Paru atau TB Paru, Hepatitis B,
Dipteri, Pertusis, Tetanus, Polio dan Morbili (Campak ).
Selaku orang tua tentunya selalu berupaya agar anaknya
selalu sehat dan terhindahr dari penyakit2 infeksi yang membahayakan. Berbagai
upaya dilakukan orang tua untuk menangkal serangan penyakit infeksi tersebut,
yang paling penting adalah mencegah
penyakit infeksi melalui pemberian
immunisasi semenjak usia dini.
Apa yang di maksud dengan Imunisasi ? , Imunisasi adalah
pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke
dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau
berbahaya bagi anak.
Dengan pemberian Imunisasi, tentunya si buah hati akan
terlindung dari berbagai serangan penyakit infeksi, atau walaupun setelah di imunisasi kemudian mendapat infeksi tidak akan meninggal
atau menderita cacat..
Umumnya anak yang telah di imunisasi dan memperoleh
kekebalan, bila terserang penyakit infeksi tidak akan sakit, atau kalaupun
sakit tidak akan jadi berat sehingga tidak mengakibatkan cacat dan tidak
meninggal.
Kapan sebaiknya imunisasi di berikan pada buah hati kita ?.
Ketika bayi baru lahir sampai usia 2 bulan, sebaiknya sudah harus diberikan
imunisasi BCG dan Hepatitis B.
Pemberian imunisasi BCG dimaksudkan untuk mencegah penyakit
TB paru. Di Indonesia penyakit ini merupakan penyakit utama anak yang kelima
setelah Infeksi Saluran Pernafasan, Penyakit Saluran Pencernaan, Malnutrisi
Energi Protein (Busung Lapar), dan Defisiensi Vitamin A. Dahulu BCG diberikan
secara rutin pada bayi baru lahir, tetapi dianjurkan pada usia bayi 2-3 bulan.
Imunisasi BCG cukup diberikan 1 kali saja.
Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah penyakit
Hepatisi B, Di Indonesia kejadiannya satu diantara 12 – 14 orang dan 10% diantara pengidap virus tadi
akan menjadi karier menahun, yang setelah beberapa tahun kemudian dapat
menunjukkan gejala kanker hati atau sirosis hati.. Imunisasi diberikan sebanyak
3 kali dengan jarak waktu satu bulan Antara suntikAN 1 dan 2, dan lima bulan
Antara suntikan 2 dan 3. Booster diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar.
Kemudian memasuki usia 2 bulan si buah hati harus sudah
diberikan imunisasi DPT, imunisasi ini sangat penting agar buah hati kita tidak
terserang dari 3 penyakit infeksi yaitu Difteria, Pertusis dan Tetanus.
Penyakit Difteri disebabkan oleh sejenis bakteria yang
disebut Corynebacterium diphtheria, sifatnya sangat ganas dan mudah menular.
Kematian akibat penyakit ini sangat tinggi.
Sedang penyakit Pertusis atau penyakit batuk rejan atau
dikenal pula dengan batuk seratus hari disebabkan oleh kuman Bordetella
Pertussis, Penyakit ini cukup parah bila diderita oleh anak balita, bahkan
dapat menyebabkan kematian pada bayi berumur kurrang dari 1 tahun.
Dan Tetanus, penyakit ini masih terdapat diseluruh dunia,
karena kemungkinan anak mendapat luka tetap ada, misal terjatuh, luka tusuk,
luka bakar, koreng, gigitan binatang, gigi bolong dan radang
telinga.Penyebabnya kuman Clostridium Tetani, kuman ini akan berkembang biak
dan membentuk racun yang berbahaya dan mematikan.
Imunisasi DPT diberikan 3 kali, sejak bayi berumur 2 bulan
dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4 minggu, Imunisasi ulang
pertama diberikan pada usia 1,5-2 tahun atau kurang lebih satu tahun setelah
suntikan imunisasi dasar ke 3, imunisasi
ulang berikutnya dilakukan pada usia 6
tahun atau saat di kelas 1 SD. Pada saat
kelas 6 SD diberikan lagi imunisasi ulang dengan vaksin DT (tanpa P).
Imunisasi Polio diberikan untuk mencegah penyakit
Poliomielitis, penyakit ini di sebabkan oleh virus Polio yaitu tipe I,II dan
III. Penyakit ini banyak terutama di daerah berkembang, gejala penyakit ini
sangat bervariasi, dari gejala ringan sampai timbul kelumpuhan, bahkan mungkin
suatu kematian.
Imunisasi Polio diberikan melalui mulut dengan cara
diteteskan. Imunisasi diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa
hari, dan selanjutnya setiap 4-6 minggu. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan
bersamaan dengan BCG, vaksin Hepattis B, dan DPT. Imunisasi ulangan diberikan
bersamaan dengan imunisasi ulang DPT.
Terakhir Imunisasi Campak diberikan untuk mendapat kekebalan
terhadap penyakit Campak. Istilah asing untuk penyakit Campak adalah Morbili
(Latin), Measles (Inggris). Penyakit ini sangat mudah menular disebabkan oleh
virus golongan Paramiksovirus. Komplikasi penyakit ini yang berbahaya adalah
radang otak (ensefalitis atau enselopati), radang paru, radang saluran kemih,
pada anak yang kurang gizi sering timbul komplikasi radang paru yang mematikan.
Bayi baru lahir biasanya telah mendapat kekebalan pasif
terhadap penyakit Campak, makin lanjut umur bayi makin berkurang kekebalannya.
Waktu berumur 6 bulan biasanya sebagian dari bayi tidak mempunyai kekebalan
lagi. Imunisasi Campak cukup dilakukan 1 kali setelah bayi berumur 9 bulan.
Lebih baik lagi diberikan setelah berumur lebih 1 tahun. Karena kekebalan yang
diperoleh berlangsung seumur hidup, maka tidak diperlukan imunisasi ulang.
Sewaktu dilakukan imunisasi sebaiknya tubuh si buah hati
tidak boleh dalam keadaan sakit, karena hal ini akan mengakibatkan daya untuk membuat zat anti rendah. Demikian
pula status gizi sangat penting, karena gizi yang buruk tidak akan dapat
membuat zat anti dengan optimal.

